Outdoor Act – Exploring Denpasar Heritage City

Explore Denpasar as the most attractive heritage tourism area in Bali.

Denpasar merupakan Ibu Kota provinsi Bali, sekaligus area tumbuh kembangku. Hingga tahun 2007 Denpasar masih menjadi kota primadona oleh karena pasar tradisional dan pusat perbelanjaan yang dibangun di Kota Denpasar. Akan tetapi, seiring bergantinya tahun, banyak pusat perbelanjaan yang lebih menarik dan jauh lebih modern dibangun di Kawasan Kuta, seperti Discovery Bali Mall, Beachwalk, Lippo Mall, serta beberapa café dan restaurant yang unik yang sengaja dibangun di pinggir pantai sebegai nilai lebih untuk menarik pengunjung. Menanggapi keadaan kota Denpasar yang sepi, pemerintah dan masyarakat setempat berencana mengembangkan Denpasar sebagai kota wisata di Bali. Dengan kerjasama yang baik, mereka mampu menata ulang kota Denpasar menjadi lebih bersih dan cantik, dengan mengusung tema “Warisan Budaya Denpasar Bali”.

Denpasar is the Capital of Bali and a place where I grew up. Until 2007, Denpasar was still known as an excellent city because of the presence of its traditional market and shopping center that were built in Denpasar. But then, as time goes by, there were many more attractive and modern shopping centers were built in Kuta, such as Dicovery Bali Mall, Beachwalk, and Lippo Mall, and some cafes and restaurant with unique interior design, built in front of the beach to attract many visitors. Responding to the quiet situation in Denpasar, local government and its community were planning to develop Denpasar as one of tourism City in Bali. With a good management, they successfully delivered the plan and changed Denpasar became more attractive, by using the theme of “Cultural Heritage of Denpasar Bali”.

IMG_20190204_192756
Outdoor Act – Travel to Denpasar Bali

Konsep tersebut terbukti berhasil menarik kunjungan wisatawan baik asing maupun domestic untuk menjelajahi kota Denpasar. Pada tahun 2013, kota Denpasar resmi terpilih sebagai salah satu “World’s Heritage City” oleh Organization of World Heritage City (OWHC).

That conception successfully attracted many foreign or domestic tourists to explore Denpasar City. In 2013, Denpasar City was officially elected to become one of “World’s Heritage City” by Organization of World Heritage City (OWHC).

Denpasar Heritage City ini berpusat di Jl. Gadjah Mada. Bagi anda yang tinggal di Kuta, kira-kira hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk berkunjung ke Denpasar. Tapi, kira-kira, apa saja ya yang bisa dikunjungi di Denpasar Bali?

This Heritage City centered on Jl. Gadjah Mada, Denpasar, Bali. For you guys who live in Kuta and are interested to go to Denpasar, you’ll need to spend approximately 30 minutes. But when we travel to Denpasar Bali, what we could see and find in there?

  1. Kumbasari & Badung Traditional Art Market

Pasar Badung & Kumbasari ini merupakan icon kota Denpasar yang wajib dikunjungi ketika kalian jalan-jalan ke kota Denpasar. Pasar tradisional ini dibangun pada tahun 1983 dan diresmikan satu tahun setelahnya. Di sini kalian tidak hanya dapat menemukan berbagai macam souvenir, tapi juga bisa icip-icip jajanan tradisional ala Bali. Dan yang paling Baru dari pasar seni ini adalah area sungainya, yang sebelumnya bernama Tukad Badung. Sungai ini dulunya kotor, tapi berhasil disulap oleh pemerintah jadi salah satu tempat wisata yang sekarang ramai hampir tiap malam. Tukad Badung pun dirubah namanya menjadi Tukad Korea, karena konsep penataan dan dekorasinya yang diadaptasi dari sungai-sungai di Korea.

Badung & Kumbasari Traditional market is an icon of Denpasar, a must visited place while you are in there. This traditional market was built in 1983 and inaugurated a year after the building was finished. Here you not only find various souvenirs but also can taste Balinese traditional snacks. And the newest thing upgraded from this market is its river area, which was called as Tukad Badung. This river was very dirty, but the government successfully changed this to become the most crowded place visited in Denpasar Bali every night. Tukad Badung name then change and now it’s called as Tukad Korea, because its arrangement and decoration concept adapted from the rivers in Korea.

  1. Bhineka Djaja, The Legendary Coffe Shop in Denpasar Bali

Ada yang tau Kopi dengan merk Kupu-Kupu Bola Dunia? Yap, Bhineka Djaja ini adalah lanjutan dari sejarah munculnya Kopi Bali merk Kupu-Kupu Bola Dunia. Singkat cerita, Bhineka Djaja ini berdiri pada tahun 1935. Awalnya hanya dibangun sebagai pabrik sekaligus toko. Namun lambat laun pemiliknya mulai menyediakan meja dan kursi sehingga pengunjung juga langsung bisa mencicipi kopi di sana. Harganya berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000.

Anybody knows about Kupu-Kupu Bola Dunia coffee brand? Yap, Bhineka Djaja presents as the continuation of Kupu-Kupu Bola Dunia’s appearance history. In short, Bhineka Djaja was created in 1935. At first, they only built a coffee shop and factory. But gradually, the owner started to provide some tables and chairs, so the visitors can taste the coffee right at that time. It costs Rp 15.000 to Rp 25.000.

  1. Museum Bali

Di museum ini tidak hanya menyajikan lukisan dan kesenian, tetapi juga sejarah dan kebudayaan di Kota Denpasar Bali. Contohnya koleksi etnografika atau peralatan jaman pra sejarah, peralatan upacara keagamaan, serta perkembangan seni dan budaya di Bali. Tiket masuknya sekitar Rp 25.000/orang.

This museum not only presents paintings and arts, but also presents the history and culture of Denpasar Bali. For example it displays ethnographic collections or pre-historic tools, some tools for traditional or religion ceremonies, and the development of art and culture in Bali. The entrance ticket costs Rp 25.000/person.

  1. Pura Jagatnatha

Tak Jauh dari museum Bali, anda juga bisa mengunjungi Pura Jagatnatha. Biasanya pada hari-hari tertentu akan ada upacara, turis dipersilakan untuk ikut dan masuk untuk menelaah, belajar, maupun untuk sekedar menonton. Tidak ada tiket masuk di Pura Jagatnatha, kita hanya dianjurkan untuk menyumbang seikhlasnya untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian Pura Jagatnatha.

Not so far from Bali Museum, you can also visit Jagatnatha Temple. Usually, on certain days, tourists are free to join the ceremony to observe, learn and watch the event. There is no entrance ticket to enter this Temple. We only have to give them donation to support the conservation of Jagatnatha Temple.

Gimana? Asik kan jalan-jalan di kota Denpasar? Kalau kalian cari tempat kuliner murah dan enak, Denpasar lah tempatnya. Yuk, main-main ke Denpasar Bali!

So, what do you think? Sounds cool huh? If you guys are looking for cheap and delicious culinary, Denpasar is the right answer. Let’s go to Denpasar Bali!

One thought on “Outdoor Act – Exploring Denpasar Heritage City”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s