Culinary – Conato Bakery

Lagi-lagi saya review tentang cafe yang enak buat nongkrong bin kerja di area Denpasar, Bali. Sebagian pasti sudah tau Conato Bakery. Tapi ternyata ada juga beberapa yang gak tau.

Saya tau, yang terpenting buat anak freelance yang pas-pasan kayak saya ini (biasa disebut sobat missqueen oleh netijen di twitter) adalah cafe yg menyajikan makanan murah meriah dan disponsori penuh oleh WiFi.

Yahh mungkin buat anak freelance yang udah kaya raya, harga makan gak pernah jadi masalah besar. Tapi untuk yang sekiranya pas-pasan kayak saya, Conato Bakery adalah jawabannya! 😎

Conato ini banyak cabangnya bahkan di luar kota. Untuk pilihan kopinya, selain beragam, harganya pun terjangkau. Cappuccino, Mocha, Caramel Latte, Nutella Latte, Greentea Latte, Taro Latte, hot or cold, lengkap deh pokoknya. Harganya dimulai dari 20 ribuan.

Cafe di Bali - Conato Bakery Denpasar 1

Cafe di Bali – Conato Bakery Denpasar – Cappuccino & Lappy

Gimana? Udah tenang kali ya kan kalo udah bahas harga? 😂

Well, bukan cuma aneka macam minuman, jajanannya pun ciamik dan murah, dimulai dari harga belasan ribu. Dan itu porsi roti yang cukup besar untuk satu orang loh..

Cafe di Bali - Conato Bakery Denpasar 2

Cafe di Bali – Conato Bakery Denpasar – Yoo Dipilihh

Yang suka manis ada donut 🍩 dan berbagai macam cake 🍰 di etalase seperti di gambar. Untuk cake ulang tahun, harga dibandroll sekitar 100 ribuan.

Tapi untuk mau nongkrong, cukuplah ya beli rotinya. Toh harganya terjangkau. Hehe..

Cafe di Bali - Conato Bakery Denpasar 3

Cafe di Bali – Conato Bakery Denpasar – Bar

Ambiance ruangannya pun rata-rata dibikin simple, dengan design unfinished style, yang sekarang lagi kekinian.

Pelayanannya ramah, meskipun kadang agak ribut sedikit. Sebagian asik dengan dunia sendiri. Misal, di ruangan sudah ada backsound musik jazz, atau musik akustik. Tiba-tiba yang hidupin lagu pake hape. Dan nyanyi bareng-bareng. 😅

Jujur agak terganggu sih terutama kalau ga suka lagunya. But it’s ok, namanya juga human ya guys.

Gimana? Tertarik gak nongkrong di Conato?

Saya sih pernahnya di area Denpasar aja. Kalo kamu?

Outdoor Act – My First Camping in Bukit Asah

For me, camping is the best holiday activity to welcome and embrace the weekend!

Sabtu pagi di bulan Juli 2017, saya dan teman-teman saya berencana menghabiskan weekend yang asik dengan kegiatan kemping di Nusa Penida. Yap, sudah hampir 2 tahun lalu.

Saturday morning on July 2017, my friends and I were planning to spend a nice weekend by camping in Nusa Penida. Yap, it’s almost 2 years ago.

Tapi ketika sampai di loket ternyata tiketnya habis. Jadi, berkumpulah kami di kantor, untuk berembug dan memikirkan ide liburan lainnya.

But then when we arrived at the counter, the tickets ran out. So we decided to go to our office to find another holiday ideas.

Kami menghabiskan cukup banyak waktu untuk memikirkan ide baru dan mencari informasi melalui internet untuk menemukan destinasi yang rekomen. Akhirnya, ketemu! Tempat kemping yang fancy di daerah Karangasem, yaitu Bukit Asah.

We spent enough times to think and browse many informations through the internet to find another recommended destination. Finally, we found one! A fancy camp area located in Karangasem, named Bukit Asah.

Waktu itu ada seorang teman kami yang masih ribet dengan pekerjaannya walaupun hari itu hari sabtu, dan seharusnya dia libur weekend seperti yang lain. Jadi kami rayu dia untuk join bareng tim kemping Kita. Pertamanya sih dia ragu, tapi akhirnya oke juga. Yeay!

Actually, there was our colleague that was still working even if it was Saturday, and he should be off or stop working for weekend just like anybody else. So, we persuaded him to join our camp team. At first, he doubted but then he agreed. Yeay!

Sekitar jam 2 siang berangkat dari kantor yang lokasinya di Seminyak. Kami memerlukan waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai ke lokasi. Oiya, ada karcis masuknya sekitar 5.000/orang. Sesampainya di sana, kami di sambut pemandangan yang cantik yang secara otomatis menyegarkan mata, terutama setelah melewati perjalanan panjang penuh debu.

We went to there at 2 PM from our office that is located in Seminyak. To reach the location, we needed to spend approximately 1,5 hours. Ah, there was an entrance ticket which is 5.000/person. Arrived in there, a beautiful scenery welcomed us, and automatically refreshed our eyes, especially after we passed a long journey full of dusts.

Camping di Bukit Asah Bali - Pulau Paus

Camping di Bukit Asah Bali – Pulau Paus

Sekedar info, ternyata di Bukit Asah ini sudah disediakan tenda, kayu bakar, toilet, kabel rol (tentunya buat gadget kalian) bahkan kasur! Sayangnya, kami sudah sewa tenda yang Kami boyong dari Denpasar. Saya, sebagai orang yang pertama kali kemping, dan waktu itu bertugas untuk sewa peralatan, gak tau menau soal matras. Alhasil, kami tidur hanya dengan beralaskan kain tipis tenda yang kami sewa. Jangan tanya gimana rasanya. 😂 Kadang Ada bebatuan yang terasa di punggung. Gak papa ding, sekalian pijet refleksi. Hahah.

Fyi, Bukit Asah offers complete camp’s facilities, from tent, firewood, toilet, roll cable (of course for your gadget), and also mattress! But, we already rented two tents that we brought from Denpasar. Me, as the person who had first time camping, who also was responsible to rent all the camp gears, I didn’t know if we need a mattress. As a result, we all slept only on the thin fabric of the tent we rented. Don’t ask how it felt like. Sometimes I felt there were stones under my back. But it’s ok, I preferred to consider it as reflexology. Haha.

Camping in Bukit Asah Bali - Tent all set!

Camping in Bukit Asah Bali – Tent all set!

Selain itu, saya pikir saya dan teman-teman waktu itu cukup beruntung. Kami gak perlu lagi mengeluarkan banyak uang karena udah bawa tenda sendiri. Kalau saya pikir, harganya sedikit mahal sih ya apalagi buat orang lokal yang kayak saya. Maaf, gimanapun kadang saya harus menerima kenyataan kalo saya memang missqueen. 😂

Beside, I was thinking that my friends and I were lucky. We didn’t need to spend too much money anymore, as we brought our own tent. And I though the price of tent in Bukit Asah is a bit pricey for locals like me. I am sorry, however sometimes I need to admit the fact that I am poor. 😂

There is always price for better quality

Yah, sebenarnya rumusnya cuma “ada harga, ada kualitas”. Kalau kalian tertarik untuk nyewa tenda di sana, tenda besar harganya sekitar Rp 300.000 dengan dua buah ruang yang cukup luas ditambah matras di setiap ruangan. Tenda kecil harganya sekitar Rp 150.000, dengan ruang kecil dan satu buah matras. Satu ruang cukup untuk 4 orang, dengan kabel roll untuk setiap tenda, jadi kalian tetep bisa online, tanpa takut kehabisan batre. Yah.. walaupun kadang sinyalnya gak stabil sih.

Well, actually “there is a price and there is quality”. If you guys are interested to rent a tent there, It costs Rp 300.000 for the big one and you’ll get two spacey rooms with mattresses for each. Smaller tent costs Rp 150.000, with narrow space and one mattress. Its space is enough for approximately 4 persons, and you’ll get roll cable inside, so you can ensure you still be able to online, without fear of your gadget battery will run out. Yea, Even if sometimes the signal isn’t stable.

Hal positif lainnya adalah bahwa Bukit Asah ini lumayan dekat dengan tempat wisata lain, seperti Virgin Beach, White Sand Beach, Blue Lagoon dan sebagainya. Kalau kalian punya waktu cukup, kalian bisa berkunjung ke pantai-pantai tersebut, sehabis bangun tidur dan meninggalkan tempat kemping, sama seperti kami ketika kemping di Bukit Asah.

The other positive things are the fact that Bukit Asah is close to another tourist places, such as Virgin Beach, White Sand Beach, Blue Lagoon, etc. If you have enough time, you can visit those beaches after wake up in the morning and leave the boot camp, same as like what we did on the day after we camped in Bukit Asah.

Ah, hampir lupa nih ngasi tau kalau dari Bukit Asah Kita bisa liat sunrise maupun sunset.

Ah, I almost forget to share you that we’ll get a good chance to enjoy both sunrise and sunset at Bukit Asah.

Jadi nih, kalau kalian pengen jalan-jalan berbau petualangan di Bali, ayo datang liburan dan bermalam di Bukit Asah, Bali!

So, If you wish to have a nice adventure travel in Bali, come and try spend your holiday night in Bukit Asah, Bali!

Bagi kalian yang pengen ngirit, bisa bawa tenda sendiri, atau beli tenda di toko-toko online. Biasanya harganya sekitar Rp 250.000 ke atas. Nilai plusnya, ya bisa dipakai terus, ga perlu bayar-bayar sewa lagi tiap kali mau kemping. hehe.

For you guys who want to save your money, I recommend you to bring your own, or just buy the tents through the online store. Its price is around Rp 250.000. The plus is that you can always use it anytime you wanna camp again without paying any other things anymore.

Selamat liburan semuanya!

Happy holiday everyone!

Outdoor Act – Camping in Tamblingan Lake, Bali

Pengalaman camping seru di Danau Tamblingan, Bali. Januari, 2018. Suatu sore, tercetus ide gila dari salah satu teman;
“Eh, Besok camping yuk?”
“Besok banget?”
“Lha iya kan sabtu”
“….”
“Kalau mau, pokoknya besok. Kalau ditunda minggu depan, takutnya malah gak jadi.”
Yak pepatah tersebut benar adanya. Beberapa kali rencana liburan batal karena ditunda secara terus menerus.
Another fun camping experience in Tamblingan Lake, Bali. January, 2018. A crazy idea just came up from my friend,
“Let’s go camping tomorrow?”
“Litterally tomorrow?”
“Yea, it’s Saturday isn’t it?
“….”
“If you guys agree, we leave tomorrow. If we postpone it next week, I am afraid it won’t happen.”
And yes that word is true. Some holiday plans are cancelled for a few times because we postponed it.

Jadilah kami berangkat hari sabtu pagi, 6 orang, dan salah satu teman kami ternyata sudah membeli dan memiliki tenda sendiri, muat untuk 3 orang. Jadi Kami hanya perlu menyewa satu tenda lagi, dan kali ini tidak lupa lagi menyewa 6 buah matras seperti waktu di Bukit Asah. Hehe
So, we went on Saturday morning, 6 peoples, and one of our friend actually just bought and got his own tent already, that fits for 3 peoples. So we only need to rent one tent again, and that time, I didn’t forget to rent 6 mattress anymore, just like what happened in Bukit Asah. Hehe

Kami memutuskan untuk pergi camping ke danau Tamblingan, Bali. Jarak tempuhnya adalah 61 km, dan menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam 20 menit dari Denpasar untuk sampai ke danau Tamblingan.
We decided to go camping to Tamblingan Lake, Bali. The distance is about 61 km, and we spent more or less 1 hour 20 minutes to get to Tamblingan Lake from Denpasar.

Sampai sana kami langsung mendirikan tenda. Dimulai dari tenda milik teman kami. Tendanya bagus, merk Eiger. Saya jadi tertarik beli tenda biar gak ribet lagi sewa tenda. Dan mungkin akan lebih irit biaya untuk camping berikutnya.
Arrived in there, we immediately set up the tent. Start from our friend’s tent. His tent looks good, Eiger brand. I was interested to buy one, so it won’t be complicated renting a tent anymore. And it can help us save some money for the next camp.

Camping - Tamblingan Lake - Tent
Camping – Tamblingan Lake – Tent

Selanjutnya kami menyiapkan makan malam. Masak bihun goreng dengan bahan seadanya.
Next, we prepare dinner. We cooked fried vermicelli with makeshifts ingredients.

Berbeda dengan camping di Bukit Asah yang fasilitasnya kumplit, di Danau Tamblingan kalian harus mempersiapkan semuanya sendiri. Danau Tamblingan lebih menawarkan suasana tenang jika dibandingkan Bukit Asah yang ramai.
It’s different from camping in Bukit Asah which have complete facilities, in Tamblingan Lake you have to prepare all by yourself. Tamblingan Lake offers more peaceful atmosphere compared with Bukit Asah which was a bit crowded.

Kami menghabiskan waktu yang cukup panjang dengan mengobrol, bergosip, dan bernyanyi hingga pukul 3 pagi.
We spent a long night by chatting, gossipping, and singing various songs till 3 am.

Pagi harinya, kami sarapan sambil menikmati pemandangan cantik gunung dan danau Tamblingan yang berkabut
In the morning, we had breakfast while enjoying the beauty scenery of misty mountain and lake of Tamblingan.

Camping - Tamblingan Lake - Morning View
Camping – Tamblingan Lake – Morning View

Kami kembali ke Denpasar pukul 10 pagi. Dan saya bersemangat sekali untuk menyambut petualangan berikutnya dengan teman-teman.
We came back to Denpasar at 10 am. And I was exciting to welcome the next adventure with them.

Sesampainya di rumah, saya bersemangat cari tenda untuk camping berikutnya. Saya menemukan banyak sekali tenda dengan macam-macan merk, ukuran, harga, dan warna di toko online. Saya beli satu yang bermotif army. Merk Matougui.
Arrived at home, I was enthusiastic to discover new tent for the next camp. I found many tents with various brands, sizes, prices, and colours in an online store. I bought one with army motif. Matougui brand.

Gak sabar nih nunggu petualangan berikutnya dengan tenda baru saya!

Can’t wait for the next adventure with my new tent!

Outdoor Act – Exploring Denpasar Heritage City

Explore Denpasar as the most attractive heritage tourism area in Bali.

Denpasar merupakan Ibu Kota provinsi Bali, sekaligus area tumbuh kembangku. Hingga tahun 2007 Denpasar masih menjadi kota primadona oleh karena pasar tradisional dan pusat perbelanjaan yang dibangun di Kota Denpasar. Akan tetapi, seiring bergantinya tahun, banyak pusat perbelanjaan yang lebih menarik dan jauh lebih modern dibangun di Kawasan Kuta, seperti Discovery Bali Mall, Beachwalk, Lippo Mall, serta beberapa café dan restaurant yang unik yang sengaja dibangun di pinggir pantai sebegai nilai lebih untuk menarik pengunjung. Menanggapi keadaan kota Denpasar yang sepi, pemerintah dan masyarakat setempat berencana mengembangkan Denpasar sebagai kota wisata di Bali. Dengan kerjasama yang baik, mereka mampu menata ulang kota Denpasar menjadi lebih bersih dan cantik, dengan mengusung tema “Warisan Budaya Denpasar Bali”.

Denpasar is the Capital of Bali and a place where I grew up. Until 2007, Denpasar was still known as an excellent city because of the presence of its traditional market and shopping center that were built in Denpasar. But then, as time goes by, there were many more attractive and modern shopping centers were built in Kuta, such as Dicovery Bali Mall, Beachwalk, and Lippo Mall, and some cafes and restaurant with unique interior design, built in front of the beach to attract many visitors. Responding to the quiet situation in Denpasar, local government and its community were planning to develop Denpasar as one of tourism City in Bali. With a good management, they successfully delivered the plan and changed Denpasar became more attractive, by using the theme of “Cultural Heritage of Denpasar Bali”.

IMG_20190204_192756
Outdoor Act – Travel to Denpasar Bali

Konsep tersebut terbukti berhasil menarik kunjungan wisatawan baik asing maupun domestic untuk menjelajahi kota Denpasar. Pada tahun 2013, kota Denpasar resmi terpilih sebagai salah satu “World’s Heritage City” oleh Organization of World Heritage City (OWHC).

That conception successfully attracted many foreign or domestic tourists to explore Denpasar City. In 2013, Denpasar City was officially elected to become one of “World’s Heritage City” by Organization of World Heritage City (OWHC).

Denpasar Heritage City ini berpusat di Jl. Gadjah Mada. Bagi anda yang tinggal di Kuta, kira-kira hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk berkunjung ke Denpasar. Tapi, kira-kira, apa saja ya yang bisa dikunjungi di Denpasar Bali?

This Heritage City centered on Jl. Gadjah Mada, Denpasar, Bali. For you guys who live in Kuta and are interested to go to Denpasar, you’ll need to spend approximately 30 minutes. But when we travel to Denpasar Bali, what we could see and find in there?

  1. Kumbasari & Badung Traditional Art Market

Pasar Badung & Kumbasari ini merupakan icon kota Denpasar yang wajib dikunjungi ketika kalian jalan-jalan ke kota Denpasar. Pasar tradisional ini dibangun pada tahun 1983 dan diresmikan satu tahun setelahnya. Di sini kalian tidak hanya dapat menemukan berbagai macam souvenir, tapi juga bisa icip-icip jajanan tradisional ala Bali. Dan yang paling Baru dari pasar seni ini adalah area sungainya, yang sebelumnya bernama Tukad Badung. Sungai ini dulunya kotor, tapi berhasil disulap oleh pemerintah jadi salah satu tempat wisata yang sekarang ramai hampir tiap malam. Tukad Badung pun dirubah namanya menjadi Tukad Korea, karena konsep penataan dan dekorasinya yang diadaptasi dari sungai-sungai di Korea.

Badung & Kumbasari Traditional market is an icon of Denpasar, a must visited place while you are in there. This traditional market was built in 1983 and inaugurated a year after the building was finished. Here you not only find various souvenirs but also can taste Balinese traditional snacks. And the newest thing upgraded from this market is its river area, which was called as Tukad Badung. This river was very dirty, but the government successfully changed this to become the most crowded place visited in Denpasar Bali every night. Tukad Badung name then change and now it’s called as Tukad Korea, because its arrangement and decoration concept adapted from the rivers in Korea.

  1. Bhineka Djaja, The Legendary Coffe Shop in Denpasar Bali

Ada yang tau Kopi dengan merk Kupu-Kupu Bola Dunia? Yap, Bhineka Djaja ini adalah lanjutan dari sejarah munculnya Kopi Bali merk Kupu-Kupu Bola Dunia. Singkat cerita, Bhineka Djaja ini berdiri pada tahun 1935. Awalnya hanya dibangun sebagai pabrik sekaligus toko. Namun lambat laun pemiliknya mulai menyediakan meja dan kursi sehingga pengunjung juga langsung bisa mencicipi kopi di sana. Harganya berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000.

Anybody knows about Kupu-Kupu Bola Dunia coffee brand? Yap, Bhineka Djaja presents as the continuation of Kupu-Kupu Bola Dunia’s appearance history. In short, Bhineka Djaja was created in 1935. At first, they only built a coffee shop and factory. But gradually, the owner started to provide some tables and chairs, so the visitors can taste the coffee right at that time. It costs Rp 15.000 to Rp 25.000.

  1. Museum Bali

Di museum ini tidak hanya menyajikan lukisan dan kesenian, tetapi juga sejarah dan kebudayaan di Kota Denpasar Bali. Contohnya koleksi etnografika atau peralatan jaman pra sejarah, peralatan upacara keagamaan, serta perkembangan seni dan budaya di Bali. Tiket masuknya sekitar Rp 25.000/orang.

This museum not only presents paintings and arts, but also presents the history and culture of Denpasar Bali. For example it displays ethnographic collections or pre-historic tools, some tools for traditional or religion ceremonies, and the development of art and culture in Bali. The entrance ticket costs Rp 25.000/person.

  1. Pura Jagatnatha

Tak Jauh dari museum Bali, anda juga bisa mengunjungi Pura Jagatnatha. Biasanya pada hari-hari tertentu akan ada upacara, turis dipersilakan untuk ikut dan masuk untuk menelaah, belajar, maupun untuk sekedar menonton. Tidak ada tiket masuk di Pura Jagatnatha, kita hanya dianjurkan untuk menyumbang seikhlasnya untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian Pura Jagatnatha.

Not so far from Bali Museum, you can also visit Jagatnatha Temple. Usually, on certain days, tourists are free to join the ceremony to observe, learn and watch the event. There is no entrance ticket to enter this Temple. We only have to give them donation to support the conservation of Jagatnatha Temple.

Gimana? Asik kan jalan-jalan di kota Denpasar? Kalau kalian cari tempat kuliner murah dan enak, Denpasar lah tempatnya. Yuk, main-main ke Denpasar Bali!

So, what do you think? Sounds cool huh? If you guys are looking for cheap and delicious culinary, Denpasar is the right answer. Let’s go to Denpasar Bali!